Amuk Getar

16/02/2018 § Tinggalkan komentar

Aku bisa rasa getaran pada setiap omel bapak ibuk samping rumah

C-rrr-epet—rrr–an

Ayo–r mandi—r!

r–Mau ik—r—ut gak—r?

Ya udah—r, gue–r tinggal lu!

Dan anak itu tetap merengek dan berteriak

Enggak–r! Mau mai—r-n! E—r–nggak!

Jalan!—r Ja—r—lan!

M—rr-andi cepetan!–rr

Nih anak harus disembur–rrrr

Sembur? Dia kira anak ini kesurupan?

Udah cepe-r-tan mandi!

Huhuuuwrrr jararrramade!

Hrrrhaaa!

Dan masing-masing mereka terus mengerang lagi lagi dan lagi

Tak peduli atas jawaban yang lain

Asal ucapannya memantul dan memberi rasa waktu tak terbuang sia-sia

Si bapak tak paham harus bicara apa lagi

Si ibuk komat-kamit terlalu cepat sampai tak terdengar artinya lagi

Mereka tak paham bagaimana mengajak anak angkatnya bekerja sama

Si anak masih menggeriyang

Ketika si bapak si ibuk sudah diam dan duduk membelakangi

Getaran dalam suara bapak dan ibuk tidak hilang meski mereka sekarang bungkam

Getaran itu menembus udara kamarku

Mengorek-ngorek gendang telingaku

Drrt drrt drttt

Bzzzzttttttttt

Hrrr hrhrrhrhrhrh

Bergetar mengetuk aku yang lain

Kututup lubang telingaku

Percuma!

Sekarang giliran bapak ibuk ku yang meraung getar dan getir

Mereka bicara cepat, bulat, dan tak bisa dihentikan

Meski aku menutup telingaku

Meski aku menepuk kepalaku

Mencoba mengguncangkan cairan di otakku

Percuma

Percuma

Suara-suara itu tak akan diam

meski beberapa butir sudah kutelan

 

17.13

12 Feb 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Amuk Getar at Elastisitas Kata.

meta

%d blogger menyukai ini: