Ikrar

05/02/2014 § Tinggalkan komentar

Kalian disuruh membuat ikrar. Ikrar yang katanya harga mati. Lalu diminta meneriakkannya keras-keras, berkali-kali. Salah sedikit, diminta ulang terus supaya hapal mati.

Tapi beginikah caranya kita mendeklarasikan janji? Benarkah bila ikrar yang sesungguhnya, ialah ikrar yang diutarakan di hadapan banyak saksi?

Dan mereka tak percaya, jika tak ada legitimasi.

Maka kalian disuruh tuliskan ikrar: hitam di atas putih, dengan rapi. Lalu dipajang supaya abadi dalam dokumentasi, biar meresap ke sanubari.

Tapi, apakah demikian adanya ikrar yang sejati? Bukankah sebenar-benarnya ikrar, justru yang sudah tergores jauh ke dalam lubuk hati…? Ikrar yang menyentuh begitu dekat, ikrar yang begitu terasa mengikat..

Plasa FISIP UI 5112013

13:52

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ikrar at Elastisitas Kata.

meta

%d blogger menyukai ini: